KH Abdurrahman Wahid atau biasa dipanggil Gus Dur, semasa hidupnya memang dikenal sebagai sosok yang nyeleneh. Tidak hanya itu, mantan Presiden RI keempat itu dikenal sebagai kyai yang cuek. Suka humor dan kadang pendapatnya suka berbeda dengan yang lain. Banyak keunikan dari mantan Ketua PBNU yang juga cucu pendiri NU, Syech Hasyim Asy'ari tersebut. Berikut fakta unik Gus Dur yang tak banyak diketahui publik.
1. Asal Pilih Fakultas
1. Asal Pilih Fakultas
Gus Dur, dikenal sebagai kyai dengan wawasan sangat luas. Ia tokoh multidimensi. Dia, bisa bicara dan mengulas sepakbola dengan cara yang asyik. Bahkan pernah jadi kolumnis bola di sebuah majalah. Produktivitas di bidang tulis menulis pun cukup tinggi. Banyak artikel bertema apa saja yang pernah dibuat Gus Dur.
Padahal Gus Dur bukan tamatan perguruan tinggi. Ia memang pernah kuliah di universitas ternama di Kairo, Universitas Alzhar. Nah, ada sebuah kisah unik, ketika Gus Dur hendak kuliah di sana. Ceritanya begini. Waktu itu, Gus Dur sudah tiba duluan di Kairo. Kemudian menyusul KH Mustofa Bisri yang juga hendak kuliah di Alzhar, setelah dapat beasiswa dari Departemen Agama.
Saat sudah di Kairo, Mesir, Gus Dur bingung hendak masuk fakultas apa. Karena sudah akrab dengan Mustofa Bisri atau Gus Mus, ia pun bertanya pada Gus Mus, hendak masuk fakultas apa. Gus Mus pun menjawab, dirinya hendak masuk fakultas yang baru saja dibuka. Spontan Gus Dur menjawab, dirinya pun akan masuk fakultas yang sama dengan Gus Mus.
Sampai suatu ketika, kuliah pertama dimulai. Gus Dur kaget, karena mata kuliah yang diajarkan di jurusan yang diambilnya, semua sudah ia pelajari. Kepada Gus Mus, Gus Dur menggerutu. Kata Gus Dur, buang-buang waktu saja kuliah di jurusan yang mata kuliahnya semua sudah ia kuasai di pesantren. Gus Dur pun akhirnya memutuskan keluar. Dan, tak pernah kuliah lagi. Menurut Gus Mus, Gus Dur lebih banyak nonton film dan berkunjung ke perpustakaan, ketimbang ikut kuliah.
2. Tidak Pernah Menamatkan Kuliah
Gus Dur dianggap kyai yang punya kemampuan lebih. Bicara agama, ia pintar. Bicara demokrasi dan politik apalagi. Diajak ngomong sepakbola, Gus Dur juga piawai bak komentator tenar. Pokoknya, ia multitalenta. Tapi, ternyata Gus Dur sama sekali tak punya gelar sarjana. Ia memang pernah kuliah di Alzhar, salah satu universitas ternama di Kairo, Mesir. Tapi itu pun hanya sebentar. Gus Dur, tak pernah menamatkan kuliahnya di Al Azhar.
Setelah 'gagal' di Alzhar, Gus Dur sempat melamar kuliah di jurusan sastra sebuah universitas di Irak. Dan diterima. Tapi di sana pun Gus Dur tak betah. Jadi sampai pulangnya ke Tanah Air, tak satu pun gelar sarjana yang berhasil digondolnya. Walau begitu, kecerdasan serta pengetahuan Gus Dur melebihi sarjana bahkan lulusan doktor.
3. Pernah Coba Dijegal Soeharto dalam Pemilihan Ketua PBNU
Jenderal Luhut Binsar Pandjaitan, pernah punya kisah menarik ketika ia masih aktif di tentara. Kala itu, ia masih ingat sedang dapat tugas jadi Danrem di Madiun. Saat itu, PBNU hendak menggelar muktamar. Salah satu tokoh yang dijagokan untuk memimpin NU adalah Gus Dur.
Namun rupanya Soeharto yang ketika itu jadi Presiden tak menyukainya. Lewat Panglima ABRI diperintahkan, agar bagaimana caranya Gus Dur tak naik jadi Ketua Umum PBNU. Ya, waktu itu Gus Dur tak disukai Soeharto, karena kerap melontarkan kritikan-kritikan tajam terhadap jalannya kekuasaan.
Maka seluruh jajaran tentara diperintahkan agar bisa menjegal Gus Dur. Luhut pun kebagian tugas itu. Suatu hari, kata Luhut, ia mengumpulkan para kyai di markas Danrem. Ia coba membujuk para kyai agar tak memilih Gus Dur. Tapi pada akhirnya, semua upaya itu mental. Gus Dur tetap tak terbendung jadi Ketua Umum PBNU. Kisah itu diceritakan Luhut, saat ia jadi pembicara di acara haul Gus Dur di markas Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), di Jakarta.
4. Dianggap 'Sakti' Karena Bisa Mendengarkan Obrolan Orang Saat Tidur
Salah satu keunikan Gus Dur yang dinilai sebagai kelebihannya adalah Gus Dur dianggap bisa tahu obrolan orang saat dia tertidur. Sebab, begitu bangun, Gus Dur langsung nyambung mengobrol dengan tema yang sedang diobrolkan. Karena itu, banyak yang menganggap Gus Dur punya 'kelebihan' atau 'kesaktian' dapat mendengar obrolan saat tertidur pulas.
Benarkah seperti itu? Benarkah Gus Dur punya 'kesaktian' bisa mendengar obrolan orang saat tertidur pulas? Waktu jadi bintang tamu di acara Kick Andy, sebuah acara talk show yang tayang di Metro TV, Gus Dur mengungkapkan, bahwa tak benar ia dapat mendengar obrolan orang saat tertidur pulas. Ia bisa nyambung mengobrol ketika bangun, karena punya kiat khusus. Kiatnya, ia akan dengarkan dulu ujung obrolan yang sedang diperbincangkan. Kata dia, pasti obrolan tak akan jauh dari situ.
5. Yakin Bakal Jadi Presiden
Salah satu keunikan lain dari Gus Dur adalah soal keyakinannya akan sesuatu. Misalnya, keyakinannya, bahwa dia akan jadi Presiden. Soal ini, ketika hadir di acara haul Gus Dur di kantor PKB, Luhut punya kisahnya. Ketika itu, kata Luhut, ia baru saja ditunjuk Habibie, yang saat itu jadi Presiden menjadi Duta Besar di Singapura.
Sebelum berangkat, ia sempat diundang Gus Dur untuk buka bersama. Sebagai tokoh yang ia hormati, Luhut pun memenuhi undangan Gus Dur. Saat makan di meja makan usai berbuka, ia dan Gus Dur pun berbincang santai. Ketika berbincang santai itulah, Gus Dur mengatakan, sebentar lagi dirinya bakal jadi Presiden. Dan, ia pun meminta Luhut membatalkan keberangkatannya ke Singapura. Kata Gus Dur, kalau ia sudah jadi Presiden, Luhut akan dimintanya membantu dia.
Saat itu Luhut mengaku, menganggap Gus Dur sedang bercanda. Bahkan dalam hati, Luhut merasa geli. Gus Dur dianggapnya sedang ngigau. Kemudian berangkatlah Luhut ke Singapura. Nah, saat sudah bertugas jadi Dubes di Singapura, Luhut juga pernah mengundang Gus Dur untuk bicara di sebuah pertemuan yang dihadiri para pengusaha etnis Tionghoa yang sedang eksodus di negeri Singa tersebut.
Di pertemuan itu, kembali Gus Dur mengungkapkan keyakinannya bakal jadi Presiden. Bahkan, Gus Dur dengan terus terang akan menarik Luhut dari Singapura, jika sudah jadi Presiden. Kata Gus Dur, Luhut akan dijadikan Kasad. Tentu saja, Luhut kelimpungan mendengarnya. Apalagi setelah itu, banyak yang hadir di pertemuan itu mengucapkan selamat padanya.
Ternyata apa yang diucapkan Gus Dur, kata Luhut, terbukti. Ia mengaku tak percaya, begitu diketahui dari televisi, Gus Dur benar-benar jadi Presiden. Saking tak percayanya, ia sampai harus menelpon Alwi Shihab, menanyakan apa benar Gus Dur jadi Presiden. Ternyata benar. Bahkan ia sempat disambungkan dengan Gus Dur. Lewat telepon kembali Gus Dur mengulang janjinya, bakal menarik Luhut dari Singapura.
Luhut memang akhirnya ditarik Gus Dur ke Jakarta. Namun bukan jadi Kasad, seperti dijanjikan sebelumnya. Luhut oleh Gus Dur diangkat menjadi Menteri Perdagangan dan Perindustrian. Dan oleh Gus Dur pula, bintang dipundak Luhut ditambah, dari bintang tiga jadi bintang empat. Jadi, ketika pensiun dari tentara, Luhut jadi jenderal penuh alias jenderal bintang empat.
Salah satu kelebihan Gus Dur, adalah prediksinya yang kerap tak meleset. Sutarman, mantan Kapolri, punya pengalaman unik soal itu. Ketika itu, Sutarman jadi ajudan Gus Dur. Sebagai ajudan tentu Sutarman menempel terus dengan bosnya itu. Sampai suatu waktu, ia diajak ngobrol oleh Gus Dur. Menurut Gus Dur, karir Sutarman akan mulus. Gus Dur memprediksikan Sutarman bakal jadi Kapolda, lalu setelah itu jadi Kapolri. Awalnya Sutarman tak percaya, dan menganggap Gus Dur sedang bercanda.
Tapi apa yang diprediksikan Gus Dur benar semuanya. Sutarman memang jadi Kapolda. Setelah itu naik jadi Kabareskrim, sebelum akhirnya diangkat Presiden SBY jadi Kapolri. Selain Sutarman, yang merasakan tepatnya prediksi Gus Dur, adalah Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Saat hadir untuk memberi testimoni di acara haul Gus Dur, Ahok mengungkapkan, bahwa ia pernah diprediksi Gus Dur jadi Gubernur Jakarta. Ternyata itu jadi kenyataan.
7. Tidak Pernah Punya Dendam
Seperti diketahui Soeharto dan Gus Dur, pernah punya hubungan yang tak harmonis. Bahkan Soeharto pernah meminta Panglima ABRI agar menjegal Gus Dur di muktamar NU. Meski kemudian gagal. Tapi usai Soeharto lengser, Gus Dur sama sekali tak menaruh dendam. Bahkan, ketika orang lain menjauhi Soeharto, Gus Dur justru rajin datang bertamu ke Cendana, dan berbincang-bincang dengan mantan pemimpin Orde Baru tersebut.
Begitu dengan Megawati Soekarnoputri yang punya andil dalam kejatuhannya dari kursi Presiden. Gus Dur sama sekali tak menaruh dendam, meski ia akui, orang yang punya andil menjatuhkan dia, selain Amien Rais, salah satunya adalah Megawati, Wakil Presiden Gus Dur ketika itu. Setelah tak jadi Presiden, justru Gus Dur yang datang bertamu ke rumah Mega. Padahal istri Gus Dur, Sinta Nuriyah memprotesnya. Tapi Gus Dur tetap datang menyambangi Mega. Kata Gus Dur, ketika jadi bintang tamu di acara Kick Andy, dalam kamus hidupnya, sama sekali ia tak punya dendam. Termasuk kepada orang yang mendzoliminya.







Komentar
Posting Komentar